endas

Alamat : Jl. Desa Tunggulpayung Blok IV (Lapangan Winong) Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu 45261

Senin, 22 September 2014

Rapat Tahunan Wali Murid, Tahun Pelajaran 2014-2015






Rapat Tahunan Wali Murid Tahun Pelajaran 2014 - 2015 dilaksanakan pada hari Rabu, 17 September 2014. Rapat itu menghasilkan pembacaan laporan program pembangunan tahun lalu dan membahas program tahun ini. Program tahun lalu yaitu pembangunan Gapura dan Pagar Sekolah yang sukses dibangun dalam kurun waktu 2 tahun. Dan rencana pembangunan pada tahun ini adalah membangun pagar belakang sekolah. Rapat berjalan antusias dan meriah serta bersuasana kekeluargaan yang terbina dengan baik antara sekolah, komite dan wali murid. K.Sarum sebagai Ketua Komite Sekolah mengajak semua wali murid agar turut aktif dalam kegiatan pembangunan di sekolah. Rapat dipimpin oleh Darkiman, S.Pd. yang kebetulan sebagai kepala sekolah dan dipandu oleh Balki, S.Pd.I sebagai moderator rapat.
Rapat dihadiri sekitar 90 % wali murid, dan keputusannya mewakili seluruh wali murid semuanya. Acara berjalan dengan sukses dan lancar. BRAVO... terima kasih atas kerjasamanya, semoga niat baik kita semua senantiasa dicatat sebagai amal soleh oleh Allah Swt.

Cara Mengetahui Bakat Anak

Tips Bagi anda yg ingin mengetahui kira2 Anak Anda nantinya berbakat bekerja dibagian apa kelak.......

Berikut adalah 12 Panduan terbaik dalam mengetahui bakat anak anda...berdasarkan kemampuannya masing-masing.....

Persiapan Awal: Siapkan dan Susun10 buah kardus bekas di dalam kamar, lalu masukkanlah Anak Anda ke dalam kamar tsb dan tutuplah pintunya. Tinggalkan selama 30 Menit, lalu kembalilah dan analisalah situasi yang terjadi di dalam kamar itu.

Dan berikut adalah hasilnya

1. Jika Anak Anda menghitung jumlah Kardus yang ada, Dia berbakat menjadi AKUNTING.

2. Jika Anak Anda menghitung berulang2 Kardus .. Dia berbakat sebagai AUDITOR.

3. Jika Anak Anda mengacaukan posisi Kardus yang ada menjadi berserakan kemana-mana, maka mereka berbakat menjadi ENGINEER / INSINYUR.

4. Jika Anak Anda menyusun Kardus yang ada menjadi suatu bangunan yang aneh dan ajaib.. Dia berbakat sebagai bekerja dibagian PERENCANAAN.

5. Jika Anak Anda melemparkan Kardus yang ada ke tempat lain, Dia berbakat sebagai bekerja di BAGIAN OPERASIONAL.

6. Jika Anak Anda Tertidur,Dia berbakat sebagai SEKURITI.

7. Jika Anak Anda malah menghancurkan (merusak susunan) Kardus yang ada, Dia berbakat di Bagian Teknologi Informasi.

8. Jika Anak Anda cuma duduk diam aja, Dia berbakat di Bagian HRD

9. Jika Anak Anda bilang dia sudah mencoba segala bentuk permainan dengan Kardus2 tsb , tapi masih nggak menghasilkan apapun, Anak Anda berbakat menjadi SALESMEN.

10. Jika sewaktu anda kembali ternyata Dia sudah keluar kamar , Anak Anda berbakat menjadi Ahli MARKETING .

11. Jika Anak Anda terus menatap ke arah luar jendela, Anak Anda berbakat di BAGIAN PERENCANAAN STRATEGIS.

12. Jika Anak Anda malah marah pada Anda, dan ngga ada sesuatupun yang terjadi dengan kardus tsb mungkin Anak Anda berbakat menjadi MANAJER.

13. Terakhir ... Bila Anak Anda malah Membaca Majalah atau Koran Sambil Tidur2an tanpa memperdulikan kardus2 tsb, Anak Anda berbakat menjadi Anggota DPR ......

just laugh n kidding... xixixixi

Minggu, 21 September 2014

Profil Guru : HUSEIN RIADI, S.Pd.


Pak Husen, orang Tamansari. Mengajar di SD Tunggulpayung III mulai tahun 2013, mengajar sebagai Guru Kelas V dan sebagai Operator SD. Hobinya kuliner dan nge-net

Sejarah Singkat Pancasila

SEJARAH SINGKAT LAHIRNYA PANCASILA

Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau (Jepang: Dokuritsu Junbi Cosakai atau dilafalkan Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai) adalah sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan balatentara Jepang pada tanggal 29 April 1945 bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Badan ini dibentuk sebagai upaya mendapatkan dukungan bangsa Indonesia dengan menjanjikan bahwa Jepang akan membantu proses kemerdekaan Indonesia. BPUPKI beranggotakan 63 orang yang diketuai oleh Radjiman Wedyodiningrat dengan wakil ketua Hibangase Yosio (orang Jepang) dan R.P. Soeroso.
Di luar anggota BPUPKI, dibentuk sebuah Badan Tata Usaha (semacam sekretariat) yang beranggotakan 60 orang. Badan Tata Usaha ini dipimpin oleh R.P.Soeroso, dengan wakil Abdoel Gafar Pringgodigdo dan Masuda (orang Jepang).
Pada tanggal 7 Agustus 1945, Jepang membubarkan BPUPKI dan membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau (Jepang: Dokuritsu Junbi Inkai) dengan anggota berjumlah 21 orang sebagai upaya pencerminan perwakilan etnis [1]terdiri berasal dari 12 orang dari Jawa, 3 orang dari Sumatra, 2 orang dari Sulawesi, 1 orang dari Kalimantan, 1 orang dari Nusa Tenggara, 1 orang dari maluku, 1 orang dari Tionghoa.
Rapat Pertama
Rapat pertama diadakan di gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang kini dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila. Pada zaman Belanda, gedung tersebut merupakan gedung Volksraad, lembaga DPR pada jaman kolonial Belanda.
Rapat dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 dan pembahasan dimulai keesokan harinya 29 Mei 1945 dengan tema dasar negara. Pada rapat pertama ini terdapat 3 orang yang mengajukan pendapatnya tentang dasar negara.
Pada tanggal 29 Mei 1945, Mr. Muhammad Yamin dalam pidato singkatnya mengemukakan lima asas yaitu:
1. peri kebangsaan
2. peri ke Tuhanan
3. kesejahteraan rakyat
4. peri kemanusiaan
5. peri kerakyatan
Pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Mr. Soepomo mengusulkan lima asas yaitu
1. persatuan
2. mufakat dan demokrasi
3. keadilan sosial
4. kekeluargaan
5. musyawarah
Pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mengusulkan lima asas pula yang disebut Pancasila yaitu:[2]
a. kebangsaan Indonesia
b. internasionalisme dan peri kemanusiaan
c. mufakat atau demokrasi
d. kesejahteraan sosial
e. Ketuhanan yang Maha Esa

Kelima asas dari Soekarno disebut Pancasila yang menurut beliau bilamana diperlukan dapat diperas menjadi Trisila atau Tiga Sila yaitu:
a. Sosionasionalisme
b. Sosiodemokrasi
c. Ketuhanan yang berkebudayaan
Bahkan masih menurut Soekarno, Trisila tersebut di atas bila diperas kembali disebutnya sebagai Ekasila yaitu merupakan sila gotong royong merupakan upaya Soekarno dalam menjelaskan bahwa konsep tersebut adalah dalam satu-kesatuan. Selanjutnya lima asas tersebut kini dikenal dengan istilah Pancasila, namun konsep bersikaf kesatuan tersebut pada akhirnya disetujui dengan urutan serta redaksi yang sedikit berbeda.
Sementara itu, perdebatan terus berlanjut di antara peserta sidang BPUPKI mengenai penerapan aturan Islam dalam Indonesia yang baru.
Masa antara Rapat Pertama dan Kedua
Sampai akhir rapat pertama, masih belum ditemukan kesepakatan untuk perumusan dasar negara, sehingga akhirnya dibentuklah panitia kecil untuk menggodok berbagai masukan. Panitia kecil beranggotakan 9 orang dan dikenal pula sebagai Panitia Sembilan dengan susunan sebagai berikut:
1. Ir. Soekarno (ketua)
2. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)
3. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)
4. Mr. Muhammad Yamin (anggota)
5. KH. Wachid Hasyim (anggota)
6. Abdul Kahar Muzakir (anggota)
7. Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota)
8. H. Agus Salim (anggota)
9. Mr. A.A. Maramis (anggota)
Setelah melakukan kompromi antara 4 orang dari kaum kebangsaan (nasionalis) dan 4 orang dari pihak Islam, tanggal 22 Juni 1945 Panitia Sembilan kembali bertemu dan menghasilkan rumusan dasar negara yang dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang berisikan: a. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya b. Kemanusiaan yang adil dan beradab c. Persatuan Indonesia d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Rapat Kedua
Rapat kedua berlangsung 10-17 Juli 1945 dengan tema bahasan bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancangan Undang-Undang Dasar, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, pendidikan dan pengajaran. Dalam rapat ini dibentuk Panitia Perancang Undang-Undang Dasar beranggotakan 19 orang dengan ketua Ir. Soekarno, Panitia Pembelaan Tanah Air dengan ketua Abikoesno Tjokrosoejoso dan Panitia Ekonomi dan Keuangan diketuai Mohamad Hatta.
Dengan pemungutan suara, akhirnya ditentukan wilayah Indonesia merdeka yakni wilayah Hindia Belanda dahulu, ditambah dengan Malaya, Borneo Utara, Papua, Timor-Portugis, dan pulau-pulau sekitarnya.[3][4]
Pada tanggal 11 Juli 1945 Panitia Perancang UUD membentuk lagi panitia kecil beranggotakan 7 orang yaitu:
1. Prof. Dr. Mr. Soepomo (ketua merangkap anggota)
2. Mr. Wongsonegoro
3. Mr. Achmad Soebardjo
4. Mr. A.A. Maramis
5. Mr. R.P. Singgih
6. H. Agus Salim
7. Dr. Soekiman
Pada tanggal 13 Juli 1945 Panitia Perancang UUD mengadakan sidang untuk membahas hasil kerja panitia kecil perancang UUD tersebut.
Pada tanggal 14 Juli 1945, rapat pleno BPUPKI menerima laporan Panitia Perancang UUD yang dibacakan oleh Ir. Soekarno. Dalam laporan tersebut tercantum tiga masalah pokok yaitu: a. pernyataan Indonesia merdeka b. pembukaan UUD c. batang tubuh UUD
Konsep proklamasi kemerdekaan rencananya akan disusun dengan mengambil tiga alenia pertama Piagam Jakarta. Sedangkan konsep Undang-Undang Dasar hampir seluruhnya diambil dari alinea keempat Piagam Jakarta.
Susunan keanggotaan BPUPKI
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar anggota BPUPKI-PPKI
1. KRT Radjiman Wedyodiningrat (Ketua)
2. R.P. Soeroso (Wakil Ketua)
3. Hibangase Yosio (Wakil Ketua) – orang Jepang
4. Ir. Soekarno
5. Drs. Moh. Hatta
6. Mr. Muhammad Yamin
7. Prof. Dr. Mr. Soepomo
8. KH. Wachid Hasjim
9. Abdoel Kahar Muzakir
10. Mr. A.A. Maramis
11. Abikoesno Tjokrosoejoso
12. H. Agoes Salim
13. Mr. Achmad Soebardjo
14. Prof. Dr. P.A.A. Hoesein Djajadiningrat
15. Ki Bagoes Hadikoesoemo
16. AR Baswedan
17. Soekiman
18. Abdoel Kaffar
19. R.A.A. Poerbonegoro Soemitro Kolopaking
20. KH. Ahmad Sanusi
21. KH. Abdul Halim
Di antara para anggotanya terdapat lima orang keturunan Tionghoa, yaitu
1. Liem Koen Hian
2. Tan Eng Hoa
3. Oey Tiang Tjoe
4. Oey Tjong Hauw
5. Drs. Yap Tjwan Bing

Siapakah Nenek Nabi Muhammad SAW ?

Fiqhislam.com - Didalam kitab “as Sirah an Nabawiyah” karya Ibnu Hisyam disebutkan bahwa anak dari Abdul Muthalib bin Hasyim ada sepuluh orang dan enam adalah wanita : al Abbas, Hamzah, Abdullah, Abu thalib—namanya adalah Abdu Manaf--, az Zubeir, al Harits, Hajlan, al Muqawwa, Dhiror, Abu Lahab—namanya adalah Abdul ‘Uzza—, Sofiya, Ummu Hakim al Baidho, Atikah, Umaimah, Arwa, Barrah.

Pada hal 109 disebutkan bahwa Ibu dari al Abbas dan Dhiror adalah Nukailah binti Junab bin Kulaib bin Malik bin Amr bin Amir bin Zaid Manat bin Amir—dia adalah adh Dhahiyan—bin Sa’ad bin al Khazraj bin Taim al Laat bin am Namr bin Qasith bin Hanab bin Afdha bin Judailah bin Asad bin Rabi’ah bin Nazar. Ada yang menyebut : Afdha putra Da’mi bin Judailah.
Ibu dari Hamzah dan al Muqawwam serta Hajlan digelari dengan al Ghaidaaq dikarenakan banyaknya kebaikan dan harta yang ada pada dirinya, dan Shafiyah adalah : Halat binti Wuhaib bin Abdi Manat bin Zahrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay.
Ibu dari Abdullah, Abu Thalib, az Zubeir dan seluruh anak wanita kecuali Sofiyah adalah Fatimah binti ‘Amr bin ‘Aidz bin Imran bin Makhzum bin Yaqzhah bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an Nadhr.
Sedangkan ibu dari ibunya adalah Shakhrah binti Abdin bin Imran bin Makhzhum bin Yaqzhah bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an Nadhr.
Sedang Ibu dari Shakhrah adalah Takhammar binti Abdin bin Qusay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an Nadhr.
Ibu dari al Harits bin Abdul Muthalib adalah Samraa binti Jundab bin Hujair bin Riaab bin Hubaib bin Suwa’ah bin ‘Amir bin Sha’sha’ah bin Muwaiyah bin Bakr bin Hawazin bin Manshur bin Ikrimah.
Pada halaman 110 disebutkan bahwa Ibu dari Abi Lahab Lubnaa binti Hajir bin Abdi Manaf bin Dhathir bin Habasyah bin Salul bin Ka’ab bin ‘Amr al Khuza’i. (www.islamweb.net)
Didalam kitabnya itu, Ibnu Hisyam juga mengatakan bahwa putra Abdullah bin Abdul Muthalib adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam penghulu anak-anak Adam, yaitu Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib shalallahu ‘alaihi wa sallam.
Sedang ibunya adalah Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zahrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib dan Malik bin an Nadhr.
Sedang ibu dari ibunya—Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam—adalah Barah binti Abdul ‘Uzza bin Utsman bin Abdi ad Daar bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an Nadhr.
Sedang Ibu dari Barah adalah Ummu Hubaib binti Asad bin Abdul ‘Uzza bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an Nadhr.
Sedang ibu dan Ummu Hubaib adalah Barah binti ‘Auf bin Uwaij bin ‘Adiy bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Malik bin an Nadhr. (Sirah Ibnu Hisyam 1/237)

Betapa Pentingnya Pendidikan Akhlaq pada anak-anak


Kondisi remaja saat ini sungguh memprihatinkan, mereka menjauhi lingkungan masjid yang membuat jauh dari norma dan ajaran-ajaran islam. Mayoritas dari remaja saat ini lebih memilih bergaul dengan teman-teman dalam suasana yang lepas dan bebas. Dan terkadang dari pergaulan itu menjurus kearah yang justru melampaui batas-batas norma dan ajaran-ajaran agama.  Kurang perhatian dari berbagai pihak membuat hal-hal tersebut tidak dapat dijauhkan dari kondisi remaja yang dimana pada masa remaja adalah masa dalam mencari jati diri, ingin hidup bebas, dan apa yang diinginkan (masa-masa labil).


Ada beberapa pihak yang sekiranya harus peduli dalam masalah ini, antara lain adalah Keluarga, Sekolah dan Masyarakat. Keluarga memiliki hal yang sangat penting dalam menentukan kepribadian seorang anak, dalam ilmu sosiologi keluarga adalah primary group (kelompok primer / dasar ) dari seorang anak. Hubungan diantaranya sangat erat, murni dan memiliki hubungan batin yang cukup besar. Sejak dini seharusnya anak diajarkan pendidikan moral dan akhlak sehingga dapat menentukan dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.  
Menurut Ketua PCM Kotagede Drs. H. Kaharudin Noor dalam khotbah jum’at di masjid perak beberapa minggu yang lalu, beberapa hal penting dalam pembentukan karakter seseorang adalah sebagai berikut :

  • Suri Tauladan, sesungguhnya contoh adalah hal yang penting dalam menumbuhkan karakter seseorang, karena anak cenderung mencontoh hal yang dilakukan oleh orangtuanya atau orang yang dikiranya lebih tua. Anak tidak akan menurut dengan apa yang diserukan atau dinasehatkan kepadanya tanpa ada contoh atau teladan kepadanya. Contoh : anak sulit untuk datang ke masjid jika orangtuanya saja tidak pernah datang kemasjid.
  • Kebiasaan, Orang itu bisa karena biasa, dibiasakan sejak dini hal yang baik-baik dan tidak menganggap dosa-dosa dan perilaku buruk suatu hal yang wajar karena dari yang kecil itu akan menjadi besar. Jadi biasakannya hal yang baik dari kecil seperti tidak berbohong dan biasakannya sholat.
  • Nasehat, setelah memberi suri tauladan dan membiasakan hal-hal yang baik, maka yang harus dilakukan adalah menasehati, menasehati dengan penuh bijaksana adalah hal yang terbaik.
  • Hukuman, hukuman juga perlu dilakukan agar hal-hal yang buruk itu tidak diulangi lagi.

Remaja islam saat ini sudah mengalami degradasi moral, hanya beberapa saja yang masih mau datang kemasjid. Padahal masjid sangat membutuhkan remaja sebagai generasi untuk memakmurkannya. Maka dari itu semua kalangan harus peduli kepada remaja dan anak-anak sehingga mereka tidak terjerumus dalam hal-hal yang kurang baik.

Pembagian Tugas Mengajar Tahun Pelajaran 2014-2015



PEMBAGIAN TUGAS MENGAJAR
TAHUN PELAJARAN 2014-2015


NO

NAMA


JABATAN

TUGAS

KET
1
DARKIMAN, S.Pd
Kepala SD
Guru PKn
Kelas IV & V

2
TARSIM, S.Pd
Guru
Wali Kelas VI


3
PONIRAH, S.Pd.
Guru
Wali Kelas IV


4
BALKI, S.Pd.I
Guru
Guru PAI
Kelas I – VI

5
HERI SUPRIYONO, S.Pd
Guru
Wali Kelas II
Guru PJOK

6
AMIR MAHMUD
Guru
Wali Kelas III


7
VENY UKATARA KANITA, S.Pd.I
Guru
Wali Kelas I

8
HUSEIN RIADI, S.Pd
Guru
Wali Kelas V
Tata Usaha

9
CARSONO
Penjaga SD
-